Laman

Minggu, 22 Agustus 2010

Life is for Dead

Life is so simple. You can do anything you want. But, Does anybody knows the main purpose of life? In my opinion life is not just how to get anything you want. you will never reach every dreams. Something is gonna be lost or be got. Depend on your will and your destiny. 
Life won't interesting anymore if you don't have any spirits.
Well, everybody has someone who can support them in their life. Such as mother, father, family, spouse, religion, and eve illogical things. Sometime you can go down but sometimes you can go on top. I'm not afraid about dead but I haven't ready yet to die. Everyone must be die. Sometime and Somewhere, but you will never know where will you die, what cause, and when are you going to die. It just a beautiful mystery from God. It will keep us to stay away from any mistakes and being a good man. Reach your certain destination for a happiness life. reach your Nirvana. It will be yours, if you want. Life is For Dead!!!

“Nikmatilah Kopinya, Bukan Cangkirnya"

Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir
masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang 
telah
tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang
stess di
pekerjaan dan kehidupan mereka.

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali
dengan
poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis - dari porselin, 
plastik,
gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan
beberapa
lainnya sangat indah - dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya
untuk
menuang sendiri kopinya.

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, 
professor itu
mengatakan : "Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan
mahal
telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah
saja.
Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi 
diri
kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan
stress yang
kalian alami."

"Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas
kopi. Dalam
banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan 
menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan
sebenarnya
adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil
cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain." 

"Sekarang perhatikan hal ini : Kehidupan bagai kopi, sedangkan
pekerjaan,
uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya. Cangkir bagaikan
alat
untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki 
tidak
mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita
hidupi.
Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal
untuk
menikmati kopi yang Allah sediakan bagi kita."

Allah memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya. Jadi nikmatilah
kopinya,
jangan cangkirnya.

Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting dibanding pekerjaan
anda.
Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup 
anda, anda
menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan.
Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak merubah
diri
anda sebagai manusia. Pastikan anda membuat tabungan kesuksesan dalam 
kehidupan selain dari pekerjaan anda.
__._,_.___

Hikmah : 

QS Al Hadid
20. Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia Ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning Kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia Ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
21. Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Minggu, 18 Juli 2010

Redundancy

Redundancy berarti pengulangan/berlebihan. Hati-hati dalam menggunakan kata yang sama lebih dari 1 kali. Dalam beberapa kasus, memang hal tsb berguna untuk menekankan maksud kita dalam berbicara, misal "That chocolate was good. I mean really, really good.") atau untuk dramatic rhetorical effect.

Ini beberapa kata yang seringkali digunakan:

And etc.
Etc. adalah singkatan dari bahasa Latin et cetera yeng berarti"and so forth." maka ketika kita menggunakan "and etc." berarti kita mengatakan "and and so forth." This is clearly redundant. Katakan saja "etc" (or preferably "et cetera").

ATM Machine
The letters ATM adalah singkatan dari "Automated Teller Machine." Therefore, when you say "ATM Machine" you're really saying "Automated Teller Machine Machine." This is obviously redundant. Just say "I'm going to the ATM."

PIN Number
PIN stands for Personal Identification Number. Therefore you're saying "Personal Identification Number Number." Again, redundant. Just say "I need my PIN."

HIV Virus
Human Immunodeficiency Virus. Sama seperti di atas, ketika kita mengatakan "He is suffered from HIV virus". It's redundant.
Tapi, dalam bahasa Indonesia, kita sering mendengar orang mengatakan "Virus HIV". I am afraid I don't know why. Perhaps, itu sudah menjadi kata yang baku di Indonesia.

Janganlah Hatimu Menciptakan Jarak

Seorang murid bertanya pada Ustadz yang bijak "Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, biasanya berbicara dengan suara keras bahkan berteriak? "

Ustadz itu tersenyum " Adakah yang bisa menjawab pertanyaan teman kalian ini " Sang Guru menguji kebijakan murid-muridnya.

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab;"Karena ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia berteriak."

" Hmm, Padahal lawan bicaranya justru berada dekat disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?" Pancing Sang Ustadz

Semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.

Sang Ustadz lalu berkata; "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak.

Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."

Sang guru masih melanjutkan; "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas."

"Mengapa demikian?" Sang Ustadz bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka terdiam, tak satupun berani memberikan jawaban.

"Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."

Sang Ustadz menutup dengan sebuah nasehat :
"Ketika kalian sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Apalagi mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu.

Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu Kalian."

oOo

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” [Ali ‘Imran:159]

Orang kuat itu bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah.” ( HR Buhkori )

Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad)

Apabila ada orang yang mencaci-maki kamu tentang apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu balas mencaci-maki dia tentang apa yang kamu ketahui tentang dirinya.Karena pahalanya untuk kamu dan kecelakaan untuk dia. (HR. Ad-Dailami)

"Rasa marah itu bagian dari tabi’at manusia yang pasti ada. Akan tetapi kuasailah dirimu ketika muncul rasa marah. Supaya kemarahanmu itu tidak menimbulkan dampak yang tidak baik. Sesungguhnya kemarahan adalah bara api yang dilemparkan oleh syaithan ke dalam lubuk hati bani Adam. Oleh sebab itulah anda bisa melihat kalau orang sedang marah maka kedua matanya pun menjadi merah dan urat lehernya menonjol dan menegang. Bahkan terkadang rambutnya ikut rontok dan berjatuhan akibat luapan marah. Dan berbagai hal lain yang tidak terpuji timbul di belakangnya. Sehingga terkadang pelakunya merasa sangat menyesal atas perbuatan yang telah dia lakukan”. ( Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin )

Sabtu, 17 Juli 2010

Isinya-lah Yang Membuat Terbang

Pada sebuah festival kesenian di New York seorang penjual balon melepaskan satu balon warna hijau ke udara, dan beberapa saat kemudian dia melepaskan satu buah balon lagi. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menarik perhatian pengunjung festival.

Kemudian seorang anak kulit hitam yang berumur 6 tahun menghampiri penjual balon tersebut, dan bertanya "Kalau balon berwarna hitam dilepaskan apakah bisa terbang ke udara juga ?"

Si penjual balon , memahami maksud anak tersebut. Tersenyum berkata "Yang membuat balon tersebut terbang ke udara bukan karena warnanya. Tidak peduli mau warna merah, hitam, biru, atau warna lainnya semuanya tetap bisa terbang. Karena yang membuatnya bisa terbang ke udara adalah Isi balon ini ( Gas ) ."

Seperti Manusia , Bukanlah fisik yang membuat mereka mencapai puncak kesuksesan. Tapi kekuatan dari dalam dirinyalah yang membuat mereka melejit.

sumber : You Can Win , Shiv Kera

oOo

"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah . Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan.

Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah.

Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syetan.” (HR. Muslim)